Aku punya cerita cinta,ceritanya asik lucu juga memilukan.

Sebelum memulai cerita,aku kasi pantun dulu ya.
*buah manggis buah mengkudu.
Tersenyumlah yg manis terlebih dahulu..he he he

oke ceritaku begini..

Dulu 2thn yg lalu aku pernah kenal seorang wanita,dan perkenalan kami berawal dari udara sih,karena kami suka ikut acara radio.
Dari perkenalan kami itu terjalinlah hubungan percintaan yg sangat romantis..
Santai ya bacanya..hmm

Dan hubungan kami saat itu tesiarlah kemana mana semua orang pun tau,nama ku pun waktu itu naik daun,ya tau lah kalau diudarakan lewet radio.

Dan bnyak 0rang yg iri dgn hubungan kami,yg laki laki pada iri pada ku,begitu juga sebaliknya dgn dia.

Namun apalah yg terjadi,setelah setahun kami berhubungan,tiba tiba aku dpt telpon dari seorang laki laki,dia itu ternyata suami pacar aku itu.

Alangkah kecewanya aku waktu itu,aku kira dia jujur padaku,dia ngaku baru berumur 17 thn dan belum pernah pacaran.

Dari awal ada sih kecurigaan ku,tapi aku tak perduli karena aku sudah mulai mencintainya,memang sih dia yg duluan mengatakan cintanya padaku.

Dan sejak itu aku mulai menghindarinya,dia tidak tau kalau aku tau dia sudah bersuami,aku diam dan membungkap.

Sering dia bertanya kenapa sikapku berubah,tapi aku tetap tau mau bicara,sampai suatu hari terungkap semua kebenarannya kalau dia benar benar sudah punya suami.

Sejak peristiwa itulah aku menjadi trauma untuk mengenal wanita.
Tapi aku tdk membenci wanita.

Tidak smua wanita seperti itu,dia hanyalah salah satunya aja wanita yang tega mempermainkan perasaan laki laki.

Santai ya,ku kasi pantun lagi ya.

Keladang yok keladang.
Keladang menanam padi.
Dipandang sering dipandang.
Sering dipandang terbawa mimpi. He he he

buah pepaya mari dibelah.
Dibelah dengan belati.
Kalau ada kataku yg salah.
Jangan dibawa aku kepolisi. Hehe

kalau ada sumur diladang.
Bolehkah saya numpang mandi.
Kalau ada umurku panjang,.
Bolehkah saya numpang mandi lagi. Hehe

0ke trmksh ya teman yg telah mengunjungi blog ini,kasi saya saran agar saya bisa lebih baik lagi.

By yadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar