Dulu waktu aku masih berumur 16thn aku sudah mengenal cinta, yang mana waktu itu aku masih duduk dibangku sekolah dan masih smp. . .

Pada saat itu aku sangat menyukainya, tapi dia belum tau kalau aku diam-diam menyukainya dan diam-diam curi-curi pandang. . .

Aku coba menulis surat untuknya dan aku berikan pada adiknya, setelah dia membaca surat ku, belum ada respon kalau dia membalas rasa suka ku padanya. .

Mungkin karena waktu itu dia lagi dekat sama teman aku, tapi aku tetap menaruh harapan suatu saat dia bisa mencintaiku.

Waktu berjalan terus, setelah berapa bulan berlalu,sepertinya dia mulai mendekati ku,alasan pertama dia untuk bisa dekat sama aku katanya pengen liat cincin ku. .

Waktu itu aku kasi aja cincin kesayangan yg ku punya itu padanya, mulai saat itu kami mulai dekat dan makin akrap. .

Pada suatu hari ku tulis lagi sepucuk surat untuknya, dan aku katakan kalau aku mencintainya, ternyata ada respon yg positip kalau dia juga membalas cinta ku.

Mulai saat itu aku dan dia menjalin hubungan sebagai pacar,bahkan kami pernah merencanakan mau menikah..

Setelah ku pikir-pikir umur ku masih muda perjalanan ku masih panjang, lalu aku putuskan hubungan kami karena aku tak mau terus-terusan memberi harapan padanya..

Saat ku putuskan dia menangis seperti mau pingsan, aku merasa besalah sekali sama dia karena telah menyakiti perasaannya.

Ternyata cintanya padaku bukanlah main main, tapi apa, aku telah menghancurkan semuanya, sampai suatu hari dia dijodohkan 0rang tuanya dengan laki-laki lain karena malu dia pun menurut saja.

Dia sekarang sudah hidup bahagia,tapi sebaliknya dengan ku,aku tak pernah dapatkan cinta seperti dia,bahkan aku selalu dikecewakan dan dihianati. .

Mungkin ini semua hukuman untuk ku yg telah menyia-nyiakan cintanya yg tulus padaku.
Aku sadari semua itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku.

Dari itu aku bertekat seandainya aku dapatkan cinta lagi,aku tak akan perna menyia-nyiaknnya lagi, aku tak mau mengulangi kesalahan untuk yang ke dua kalinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar